Enam Fans Southampton Lakukan Kekerasan Di Arnhem
Enam Fans Southampton Lakukan Kekerasan Di Arnhem - Enam penggemar Southampton telah diberi sanksi dalam sepakbola dan melarang untuk kehadiran mereka ketika timnya bermain di Arnhem di Belanda.
The Crown Prosecution Service diterapkan untuk perintah di pengadilan Southampton pada hari Rabu, berkaitan dengan gangguan tersebut setelah pertandingan melawan Vitesse Arnhem di Liga Europa pada bulan Agustus tahun lalu.
Seorang juru bicara CPS mengatakan: "Sebelum pertandingan ada pertemuan besar pengikut kedua tim di daerah Korenmarkt dari Arnhem. Suasana awalnya baik-baik saja diantara dua pendukung.
"Namun, kelompok besar pendukung Vitesse Arnhem kemudian masuk alun-alun dan pertempuran pecah antara mereka dan pendukung Southampton.
"Ketika polisi bergerak untuk mencegah gangguan, kekerasan terus, dengan kursi dari bar di dekatnya dilemparkan polisi dan pengikut menentang. Kekerasan ini melibatkan ratusan orang dan berlangsung selama sekitar 10 menit dan itu tidak sampai polisi anti huru hara dan petugas di atas kuda pindah agar yang dipulihkan. "
James Whitlock, 23, diberi hukuman tiga tahun karena meninju seorang pendukung di wajah dan melemparkan kursi bar, sementara pria berusia 28 tahun Richard Bridle dilarang selama empat tahun untuk juga meninju penggemar di wajah dan menyalahgunakan polisi.
Jack Jameson, 21, dilarang selama empat tahun untuk berada di depan fans menghadapi polisi dan pria 20 tahun Luke Fairhurst dilarang selama tiga tahun setelah ia terlihat di rekaman dengan melempar kursi dan meja ke pendukung lawan.
Samuel Coleman, 23, dilarang selama tiga tahun untuk melemparkan kursi di pendukungnya dan pria 22 tahun Thomas Kitcher dilarang selama tiga tahun untuk melempar kursi dan meja ke pendukung lawan.
Gavin Sumpter, dari CPS, mengatakan: "Kekerasan di tangan minoritas yang disebut penggemar di Arnhem membawa nama baik Southampton Football Club dan Inggris ke dalam kehinaan. Ini menjadi tercemar dengan apa yang seharusnya menjadi kesempatan perayaan seperti itu adalah pertama dalam pertandingan klub ke Eropa dalam 32 tahun.
"Kami berharap bahwa larangan tersebut akan bertindak sebagai pencegah seperti hati individu. Mereka harus berpikir dua kali sebelum berperilaku dengan cara ini di masa depan. Kami akan terus menggunakan undang-undang yang kita miliki untuk memastikan bahwa yang layak penggemar sepak bola yang taat hukum dapat terus menikmati sepak bola di lingkungan yang aman dan aman dalam jangka panjang untuk Euro 2016 dan seterusnya. "
Perintah pelarangan akan mencegah individu yang bersangkutan dari menghadiri pertandingan di Inggris dan Wales, dengan pembatasan lain pada gerakan mereka termasuk menyerahkan paspor mereka pada saat pertandingan internasional.
Dapatkan Panduan Cara Daftar Sbobet Resmi untuk bermain taruhan sepak bola dan live casino online yang aman dan terpercaya di Indonesia menggunakan mata uang Rupiah bank BCA MANDIRI BNI BRI silahkan klik tautan berikut CARA DAFTAR SBOBET

No comments:
Post a Comment